Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Sejarah Nama Indonesia

Kepulauan Indonesia
Kepulauan Indonesia

Nama Indonesia


Indonesia adalah negara kepulauan antara IndoCina dan Australia. Nama Indonesia diambil dari berbagai rangkaian sejarah yang puncaknya terjadi di pertengahan abad ke-19. 

Berbagai catata kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (kepulauan Tanah Seberang), nama ini diturunkan dari kata dalam bahasa sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, diperkirakan Pulau Sumatera sekerang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.

Bangsa Arab menyebut wilayah kepulauan tersebut sebagai Jaza'ir al-Jawi (kepulauan jawa). Nama latin untuk kemenyan, benzoe, berasal dari nama bahasa Arab, luban jawi (kemenyan jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang duhulu hanya tumbuh di sumatera. Sampai hari ini jemaah haji kita masing sering dipanggil "orang jawa" oleh orang Arab, termasuk untuk orang Indonesia dari luar jawa sekalipun. Dalam bahasa Arab juga dikenal nama-nama Samathrah (Sumatera), Sholibis (pulau Sulawesi), dan Sundah (Sunda) yang disebut kulluh Jawi (Semuanya jawa).

Bangsa Eropa yang petama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari orang Arab, Persia, India, dan Tiongkok. 

Eduard Douwes Dekker (1820-1887), dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah memakai nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan Indonesia, yaitu "Insulinde" yang artinya "kepulauan Hindia".


Politik


Pada dasawarsa 1920-an, nama "Indoensia" yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia, sehingga nama "Indonesia" akhrinya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan.


sumber : wikipedia.com

Continue Reading

Revolusi Hijau dan Industrialisasi - Industrialisasi dan Dampaknya

Revolusi Hijau dan Industrialisasi - Industrialisasi dan Dampaknya
Revolusi Hijau dan Industrialisasi - Industrialisasi dan Dampaknya

Industrialisasi merupakan fenomena modernisasi. Industrialisasi ditandai oleh pemikiran ekonomi rasional. Pemikiran mengarah pada kapitalis. Industrialisasi dapat pula dilihat sebagai proses budaya. Dalam proses ini dibangun masyarakat dari suatu pola hidup atau berbudaya agraris tradional menuju masyarakat berpola hidup sektor industri. Industrialisasi muncul sebagai akibat banyaknya tenaga kerja yang terserap ke dalam sektor-sektor industri. Terjadinya perubahan pola-pola perilaku lama menuju pola-pola perilaku baru bercirikan industri modern dilatarbelakangi oleh faktor-faktor pendukung yang meliputi hal-hal beriku :

  1. Rasionalitas
  2. Meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat di berbagai daerah, khususnya kawasan industri, dan
  3. Meningkatkan kebutuhan masyarakat yang memanfaatkan hasil-hasil industri, baik sandang, pangan, maupun alat-alat untuk mendukung kebutuhan hidup lainnya.


A. Industri Pertanian


Indonesia telah mengembangkan berbagai industri pertanian yang dapat menghasilkan devisa bagi negara. Bentuk-bentuk industri pertanian tersebut antara lain sebagai berikut :

  1. Industri pengolahan hasil tanaman pangan termasuk hortikultura. Industri pengolahan hasil perkebunan seperti industri minyak kepala, industri barang-barang karet dan sebagainya.
  2. Industri pengolahan hasil perikanan seperti industri pengolahan udang, rumput laut, ubur-ubur dan lain sebagainya.
  3. Industri pengolahan hasil hutan seperti industri pengolahan kayu, pengolahan, pulp, kertas dan rayon, serta industri pengolahan rotan.
  4. Industri Pupuk, yaitu dengan memanfaatkan gas alam, serta eksplorasi sumber-sumber yang baru.
  5. Industri mesin dan peralatan pertanian, terutama untuk dapat memenuhi kepentingan petani dalam rangka meningkatkan produksinya.


B. Industri Non Pertanian


Berbagai jenis industri yang termasuk ke dalam industri nonpertanian antara lain industri semen, industri besi baja, industri perakitan kendaraan bermotor, industri elektronika, industri kapal laut, industri pesawat terbang dan sebagainya.

Sementara itu, sampai akhir dasawarsa tahun 1970-an kondisi perindustrian Indonesia masih sangat lemah. Oleh karena itu, untuk memperkuat struktur industri Indonesia, pemerintah menyusun  suatu langkah strategis secara bertahap. Langkah itu dinamakan Peta Rangka Landasan Bidang Industri yang tahun 1984 menjadi arah kebijakan pembangunan industri nasional.

Dalam upaya meningkat produksi logam/besi baja, pemerintah membangun beberapa pabrik pengecoran atau peleburan logam dan besi baja di beberapa kota seperti di Jakarta dan Cilegon (Karakatau Steel). Di bidang industri perkapalan telah dibangun sebuah galangan kapal di Surabaya yang dikelola oleh PT PAL Indonesia yang secara resmi dibuka pada bulan April 1985. Di bidang industri pesawat terbang, pemerintah juga telah membangun perusahaan dengan nama IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) yang sekarang telah berubah namanya menjadi PT DI (PT Dirgantara Indonesia) di Bandung.


Continue Reading

Kebijakan Luar Negeri - Kabinet Ampera

Kebijakan Luar Negeri - Kabinet Ampera
Kebijakan Luar Negeri - Kabinet Ampera

Langkah-langkah yang diambil oleh kabinet ampera dalam menata kembali politik luar negeri, antara lain sebagai berikut :

1. Indonesia kembali menjadi anggota PBB


Indonesia kembali menjadi anggota PBB pada 28 September 1966 dan tercatat sebagai anggota ke-60. Sebagai Anggota PBB, Indonesia telah banyak memperoleh manfaat dan bantuan dari organisasi Internasional tersebut. Manfaat dan bantuan PBB, antara lain sebagai berikut :
  • PBB turut berperan dalam mempercepat proses pengakuan de facto ataupun de jure kemerdekaan Indonesia oleh dunia Internasional.
  • PBB turut berperan dalam prosesnya kembalinya Irian Barat ke wilayah RI.
  • PBB banyak memberikan sumbangan kepada bangsa Indonesia dalam bidang ekonomi, sosial, dan kebudayaan.


2. Pemberhentian konfrontasi dengan Malaysia


Indonesia melakukan konfrontasi dengan Malaysia setelah diumumkan Dwikora oleh presiden Soekarno pada tanggal 3 Mei 1964. Tindakan pemerintah Orde lama ini jelas menyimpang dari pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif.

Pada masa Orde baru,politik luar negeri Indonesia dikembalikan lagi pada politik bebas aktif sesuai dengan pancasila dan UUD 1945. Hal ini merupakan pelaksanaan dari ketetapan MPRS No. XII/MPRS/1966. Indonesia segera memulihkan hubungan dengan Malaysia yang sejak 1964 terputus. Normalisasi hubungan Indonesia-Malaysia tersebut berhasil dicapai dengan menanda tangani Jakarta Accord pada tanggal 11 Agustus 1966.Persetujuan normalisasi hubungan dilakukan wakil perdana menteri luar negeri Malaysia, Tun Abdul Razak dan menteri Utama luar negeri Indonesia, Adam Malik. Perundingan telah menghasilkan persetujuan yang dikenal sebagai Persetujuan Bangkok. Adapun persetujuan Bangkok mengandung 3 (tiga) hal pokok :
  • Rakyat Sabah dan Serawak akan diberikan kesempatan menegaskan lagi keputusan yang telah diambil mengenai kedudukan mereka dalam Federasi Malaysia.
  • Kedua pemerintah menyetujui memulihkan hubungan diplomatik
  • Kedua pemerintah menghentikan segala bentuk permusuhan

3. Pembentukan Organisasi ASEAN


ASEAN (Assocation of Southeast Asian Nations) atau perhimpunan bangsa-bangsa asia tenggara merupakan organisasi regional yang dibentuk atas prakarsa lima menteri luar negeri negera-negara dikawasan Asian tenggara. Kelima menteri luar negeri tersebut adalah :

1. Narsisco Ramos dari Filipina
2. Adam Malik dari Indonesia
3. Thanat Khoman dari Thailand
4. Tun Abdul Razak dari Malaysia
5. S. Rajaratnam dari Singapura.

Pendatangan naskah ASEAN pada tanggal 8 Agustus 1967, naskah tersebut disebut Deklarasi Bangkok. 

Keanggotaan ASEAN bertambah seiring banyaknya negara yang merdeka. Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kampuchea. Terdapat 10 Anggota ASEAN yang terbentuk 30 April 1999.
Continue Reading

Kebijakan Pemerintahan Orde Baru - Kebijakan Dalam Negeri

Kebijakan Pemerintahan Orde Baru - Kebijakan Dalam Negeri
Kebijakan Pemerintahan Orde Baru - Kebijakan Dalam Negeri

Struktur perekonimian Indonesia pada tahun 1950-1965 dalam keadaan kritis. Pemerintah orde baru meletakkan landasan yang kuat dalam pelaksanaan pembangunan melalui tahapan Repelita, keadaan kritis ditandai oleh hal-hal sebagai berikut :


  1. Sebagian besar penduduk bermata pencaharian di sektor pertanian sehingga struktur perekonomian Indonesia lebih condong pada sektor pertanian.
  2. Komoditas ekspor Indonesia berupa bahan mentah (hasil pertanian) menghadapi persaingan di pasaran internasional, misalnya karet alam dari Malaysia, gula tebu dari Meksiko, kopi dari Brasil, dan rempah-rempah dari Zanzibar (Afrika), sehingga devisi negara sangat rendah dan tidak mampu mengimpor bahan kebutuhan pokok masyarakat yang saat ini belum dapat diproduksi didalam negeri.
  3. Tingkat investasi rendah dan kurangnya tenaga ahli di bidang industri, sehingga industri dalam negeri kurang berkembang.
  4. Tingkat pendapatan rata-rata penduduk Indonesia masih sangat rendah. Tahun 1960-an hanya mencapai 70 Dolar Amerika Pertahun, lebih rendah dari pendapatan rata-rata penduduk India, Bangladesh dan di Nigeria Saat itu.
  5. Produksi Nasional Bruto (PDB) pertahun sangat rendah. Di sisi lain pertumbuhan penduduk sangat tinggi (rata-rata 2,5% pertahun dalam tahun 1950-an).
  6. Indonesia sebagai Import beras terbesar di dunia.
  7. Struktur perekonomian pada akhir tahun 1955, berada dalam keadaan yang sangat merosot. Tingkat inflasi telah mencapai angka 65% dab sarana ekonomi di daerah-daerah berada dalam keadaan rusak berat karena ulah kaum PKI/BTI yang saat itu berkuasa dan dengan sengaja ingin mengacaukan situasi ekonomi rakyat yang menentangnya.

Tugas pemerintah orde baru

Tugas pemerintahan orde baru adalah menghentikan proses kemerosotan ekonomi dan membina landasan yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi kearah yang wajar. Dalam mengemban tugas utama tersebut, berbagai kebijaksanaan telah diambil sebagaimana tertuang dalam program jangka pendek bedasarkan Tap. MPRS No. XXII/MPRS/1966 yang diarahkan kepada pengendalian inflasi dan usaha rehabilitas sarana ekonomi, peningkatan kegiatan ekonomi, dan percukupan kebutuhan sandang. Program jangka pendek ini diambil dengan pertimbangan apabila laju inflasi telah dapat terkendalikan dan suatu tingkat stabilitas tercapai, barulah dapat diharapkan pulihnya kegiatan ekonomi yang wajar serta terbukanya kesempatan bagi peningkatan produksi. Dengan usaha keras tercapai tingkat perekonomian yang stabil dalam waktu relatif singkat.
Continue Reading

Berakhirnya Pemerintahan Orde Lama

Berakhirnya Pemerintahan Orde Lama
Berakhirnya Pemerintahan Orde Lama


Setelah Gerakan 30 September 1965/PKI berhasil di tumpas sebagai bukti-bukti yang berhasil dikumpulkan mengarah pada PKI, akhirnya ditarik kesimpulan PKI dituding sebagai dalang dibelakang gerakan itu. Hal ini menimbulkan kemarahan rakyat kepada PKI. Kemarahan itu diikuti dengan berbagai demostrasi yang semakin bertambah gencar menuntut kebubaran PKI beserta organisasi massa (ormasnya) dan tokoh-tokohnya harus diadili.

Sementara itu, untuk mengisi kekosongan pimpinan Angkatan Darat, pada tanggal 14 oktober 1965, Panglima Kostrad/Pangkopkamtib Mayor Jenderal Soeharto diangkat sebagai menteri/panglima Angkatan Darat. Bersamaan dengan itu juga dilakukan tindakan-tindakan pembersihan terhadap unsur-unsur PKI dan ormasnya.

Masyarakat Luas yang terdiri atas berbagai unsur seperti kalangan partai politik, organisasi massa, perorangan, pemuda, mahasiswa, pelajar, kaum wanita secara serentak membentuk satu kesatuan aksi dalam bentuk Front Pancasila untuk menghancurkan para pendukung Gerakan 30 September 1965/PKI yang diduga didalangi oleh PKI. Mereka Menuntut dilaksanakannya penyelesaian politis terhadap mereka yang terlibat dalam gerakan itu. Kesatuan aksi yang muncul menantang G30SPKI diantaranya Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI) dan lain-lain.

Mereka yang tergabung dalam front pancasila mengadakan demontrasi di jalan-jalan raya pada tanggal 8 Januari 1966 mereka menuju gedung sekretariat Negara dengan mengajukan pertanyaan bahwa kebijakan ekonomi pemerintah tidak dapat dibenarkan. Kemudian pada tanggal 12 januari 1966 berbagai kesatuan aksi yang bergabung dalam Front Pancasila berkumpul di halaman Gedung DPR-GR untuk mengajukan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) yang isinya sebagai berikut :

  1. Pembubaran PKI beserta organisasi massanya
  2. Pembersihan Kabinet Dwikora
  3. Penurunan harga barang
Pada tanggal 15 Januari 1966 diadakan sidang paripurna Kabinet Dwikora di Istana Bogor, dalam sidang itu hadir para wakil Mahasiswa. Presiden Soekarno menuduh bahwa aksi-aksi mahasiswa itu didalangi oleh CIA (Central Intelligence Agency) Amerika Serikat. Kemudian pada Tanggal 21 Februari 1966, Presiden Soekarno mengumumkan perubahan kabinet. Ternyata perubahan itu tidak memuaskan hati rakyat, karena banyak tokoh yang diduga terlibat dalam G30S/PKI masih bercokol di dalam kabinet baru yang terkenal dengan sebutan Kabinet Seratus Menteri.

Pada saat pelantikan kabinet tanggal 24 februari 1966, para Mahasiswa, pelajar, dan pemuda memenuhi jalan-jalan menuju Istana merdeka. aksi itu dihadang oleh Pasukan Cakrabirawa. Hal ini menyebabkan terjadinya bentrokan antara Pasukan Cakrabirawa dengan para Demostran yang menyebabkan gugurnya seorang Mahasiswa Universitas Indonesia bernama Arif Rahman Hakim.
Continue Reading

Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia

Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia
Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia



Perkembangan paham baru yang terjadi di Eropa menyebabkan terjadinya perubahan kebijakan luar negeri pemerintahan di beberapa negara. Salah satunya adalah adanya penjelajahan samudera. Penjelajahan samudera bangsa barat dipelopori Portugis dan Spanyol dengan tujuan mencari kekayaan (gold), mencari kejayaan (glory), dan menyebarkan agama (gospel).

Bangsa-bangsa eropa melakukan penjelajahan samudera pada awalnya untuk mencari rempah-rempah, namun berubah menjadi negara penjajah yang kejam dan sewenang-wenang, melakukan monopoli perdagangan, imprialisme ekonomi, dan memperluas kekuasaan. Penjelajah yang dilakukan bangsa-bangsa Eropa ke dunia timur dilatarbelakangi oleh:
  1. Jatuhnya Kota Konstatinopel ke Tangan Turki Usmani.
  2. Kemajuan di bidang navigasi.
  3. Penemuan Kompas.
  4. Teori Copernicus bahwa bumi itu bulat.
Harga rempah-rempah yang mahal itu mendorong bangsa-bangsa eropa untuk mencari ke sumbernya, yaitu ke dunia timur. Inilah tujuan pertama kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke Indonesia, tetapi kemudian tujuan tersebut berkembang menjadi tujuan-tujuan lain yang mengarah pada kolonialisme dan imperialisme.

Kolonialisme adalah usaha menguasai daerah atau bangsa lain untuk memperluas negara, sedangkan imperialisme adalah suatu paham yang dilakukan seorang penguasa/raja untuk melakukan perluasan daerah kekuasaan atau jajahan guna mendirikan imperium baru.

Tujuan politik kolonial adalah:
  1. Mengeskplorasi sumber kekayaan alam daerah jajahan
  2. Kesejahteraan dan pendidikan rakyat di daerah koloni tidak diperhatikan
  3. Sistem kehidupan politik negara jajahan dimatikan
Ambisi untuk mencari daerah kekuasaan yang baru semula muncul di Eropa, kemudian bangsa-bangsa Eropa meluaskan kekuasaannya ke dunia Timur. Hal ini bedasarkan isi perjanjian Tordesilas tahun 1492 antara Spanyol dan Portugis.

Perjalanan kedua bangsa tersebut berlawanan arah, Portugis berlayar ke arah timur, sedangkan Spanyol ke barat tetapi keduanya bertemu  di Maluku. Kemudian Spanyol dan Portugis menggelar perjanjian yang kedua, yaitu Saragosa (1526) yang isinya Maluku menjadi kekuasaan Portugis.

Kedatangan bangsa Eropa termasuk Spanyol dan Portugis dilatarbelakangi oleh:

1. Perubahan Politik

Gambaran perang di Yerussalem, kekaisaran Byzantium, dan perang Salib
Gambaran perang di Yerussalem, kekaisaran Byzantium, dan perang Salib


Perkembangan politik di Eropa mempengaruhi penjelajahan bangsa-bangsa Eropa, perubahan tersebut antara lain:
  • Runtuhnya Romawi tahun 476 M akibat serangan suku Germania
  • Perang salib, yaitu perang di Yerussalem
  • Jatuhnya kekaisaran Byzantium

2. Perubahan Ekonomi

Perubahan politik tersebut di atas membawa akibat perubahan dalam bidang ekonomi, yaitu:
  • Munculnya sistem ekonomi feodal sebagai akibat terbentuknya kesatuan-kesatuan masyarakat kecil di Eropa setelah runtuhnya Romawi.
  • Bangkitnya perdangangan di Laut Tengah sebagai akibat Perang Salib.
  • Terjadinya perdangangan dengan dunia Timur.

3. Perubah Sosial

Perubahan sosial muncul sebagai akibat adanya perubahan di bidang politik dan ekonomi. Perubahan-perubahan sosial tersebut, antara lain:
  • Terbentuknya masyarakat feodal.
  • Munculnya kelas pedagang.
  • Adanya perkembangan ilmu pengetahuan yang memunculkan tokoh-tokoh pemikir dunia.
  • Munculnya penjelajahan samudera.



Continue Reading

Peradaban Lembah Sungai Eufrat dan Tigris

Peradaban Lembah Sungai Eufrat dan Tigris
Peradaban Lembah Sungai Eufrat dan Tigris


Mesopotamia merupakan kawasan yang subur sejak zaman kuno. Wilayah yang kini dikenal dengan negara Irak ini merupakan salah satu munculnya peradaban yang tinggi umurnya. Mesopotamia yang subur dan letaknya strategis merupakan wilayah yang terbuka dan sering mendapat serbuan dari berbagai bangsa. Sepanjang sejarah, daerah itu sering berganti tuan. Bangsa pertama yang datang berasal dari daerah Susa.

Mereka menduduki Lembah Sungai Eufrat dan Tigris yang kemudian dikenal dengan nama sebagai bangsa Sumeria. Daerah yang diapit dua sungai besar Eufrat dan Tigris ini oleh ahli sejarah bangsa Yunani bernama Herodotus dinamakan Mesopotamia. Herodotus menyatakan dalam karyanya bahwa Mesopotamia  bagaikan taman surga nan cantik jelita. Bangsa Sumeria telah mempunyai tulisan paku, telah mengetahui sistem menghitung dengan angka enam, mengenal sistem penanggalan bedasarkan tahun Syamsiah dan tahun komariah, membagi waktu dalam jam, menit, dan detik, serta membagi lingkaran menjadi 360 derajat.

mesopotamia
mesopotamia

#Kepercayaan


Kepercayaan bangsa Mesopotamia paling tua di dunia. Kepercayaan mereka mengenal banyak dewa (politheisme). Didalam kuburan mereka ditemukan patung-patung orang perempuan yang terbuat dari tanah liat, berkepala ular atau buaya. Patung ini menunjukkan  pemujaan pada Dewi Ibu. Hal ini merupakan kebiasaan bagi negeri agraris yang memuliakan dewi kesuburan. Sebagai masyarakat agraris bagnsa Sumeria memuja dewa-dewa yang berkaitan dengan kehidupannya seperti An (dewa langit).

Enlil (dewa bumi), Ea (dewa air), Sin (dewa bulan), dan Samas (dewa Matahari). Tempat-tempat pemujaan dibangun atas gundukan-gundukan tanah yang dibuat dari tanah liat atau batu bara. Bentuk bangunan seperti itu disebut degnan ziggurat.

#Pemerintahan dan Hukum


Wilayah bangsa Sumeria terdiri atas berbagai negara kota. Kepala negara kota adalah seorang raja yang merangkap sebagai kepala agama, mengatur perekonomian, dan memimpin perang.

1. Hammurabi (1750-1708 SM)

Sejak tahun 2000-1850 SM bangsa Sumeria dikuasai oleh bangsa Amorite kemudian mendirikan Dinasti Amorite dengan pusat pemerintahannya di Babilon. Sebagai raja Babilonia awal yang terkenal adalah Hammurabi. Beliau adalah raja pertama yang memberi undang-undang kepada rakyatnya yang dituliskan pada pilar-pilar batu yang diletakkan di perempatan jalan sehingga mudah terbaca. Peraturan ini disebut dengan Hukum Hammurabi.

2. Kekuasaan bangsa Assyria

Bangsa Assyria mendiami hulu Sungai Eufrat dan Tigris dan dibawah kekuasaan Babilonia. Di bawah pimpinan Tiglath Pletser 1, mereka dapat menguasai Babilonia dan sekitarnya dan muncullah Kerajaan Assyria yang beribukota di Niniveh. Kerajaan ini mengalami kejayaan pada masa pemerintahaan Esar Haddon dan Assurbaninal. Ilmu pengetahuan maju dengan pesat, pergeseran planet dapat dihitung sehingga memudahkan pembuatan kalender bulanan. Pada tahun 612 SM bangsa Babilonia nerebut kekuasaan dari tangan Assyria. Kota Niniveh yang termasyhur diduduki oleh Kerajaan Assyria kembali jatuh ke tangan Babilonia.

3. Kekuasaan Kerajaan Babilonia baru


Kerajaan Babilonia baru mencapi uncak kejayaan pada masa pemerintahan Nebukaadnezar. Daerah kekuasaanya adalah Palestina, Suriah, dan kota-kota pantai di Laut Tengah, Nebukadnezar membangun kembali ziggurat yang dikenal dengan nama Menara Babel dan taman-taman bergantung.

4. Kekuasaan Persia


Bangsa Persia merupakan gabungan daerah bangsa Media dan Rusia dipersatukan oleh Cyrus dengan ibu kotanya di Persepolia. Bangsa Persia mempunyai agama dan peradaban yang tinggi. Agama itu diajarkan oleh Zarathustra (Zoroaster).

Zarathustra mengajarkan adanya dua dewa, yaitu sebagai berikut:
1) Ormuz atau Aluva Masda yaitu dewa kebaikan atau dewa asing.
2) Ahriman atau Angro Mainyu yaitu dewa kejahatan atau dewa malam.

Persia mencapai puncak kebesaran pada masa Dariwa. Daerahnya terbagi dalam 20 ksatrapi (provinsi), tiap-tiap satrap dikepalai oleh seorang gubernur.

#Sistem Perekonomian


Masyarakat hidup bercocok tanam. Sungai Eufrat dan Tigris sangat baik untuk pelayaran dan perdagangan dari daerah pedalaman sampai ke Teluk Persia. Sebagai alat tukar dipergunakan uang emas dan perak.

# Sistem Pengairan dan Pertanian

Gambaran sistem pengairan dan pertanian
Gambaran sistem pengairan dan pertanian

Penduduk di tepi Euphrates dan Tigris telah mengenal sistem irigasi sehingga pengairan tanah pertanian berjalan dengan baik. Mereka sudah pandai membuat teknik saluran air yang mengagumkan.

#Ilmu Pengetahuan dan Teknologi


Bangsa Sumeria telah mengenal membaca, menulis, dan berhitung. Tulisan mereka adalah tulisan paku yang tulisan pada tanah liat lalu dikeringkan. Tulisan paku itu kemudian dikembangkan oleh bangsa Pennisia yang selanjutnya menjadi tulisan Latin dalam bentuk Alphabetha. Bangsa Sumeria telah menghitung satu tahun ada 365. Sampai kini tahun bulan itu masih digunakan orang Islam. Mereka juga mengenal perhitungan tahun 360 hari. Bangsa itu mempergunakan sususan hitungan bedasarkan perenam puluhan, 1 jam = 60 menit, 1 menit = 60 detik, membagi lingkaran dalam 360 derajat. Ilmu pengetahuan lain yang berkembang adalah ilmu ukur, astronomi, ilmu bumi, ilmu falak, ilmu biologi, dan ilmu mafomotiu.

#Seni Bangunan

Seni bangunan
Seni bangunan


Seni pahat bangsa Sumeria merupakan cikal bakal seni kerajinan di dunia. Hampir sebagian besar berupa patung yang bahannya berasal dari tanah liat.

# Sistem Kalender


Suatu kemajuan pemikiran di bidang ilmu falak telah menghasilkan sistem kalender dalam masyarakat. Mereka sudah menghitung bahwa satu tahun terdapat 365 1/4 hari dan terdiri dari 12 bulan. Selain itu mereka telah mahir menentukan kapan akan terjadi gerhana dan beberapa kejadian lain alam lainnya.




Continue Reading

Kehidupan Sebelum Masuknya Agama di Indonesia

Kehidupan Sebelum Masuknya Agama di Indonesia
Kehidupan Sebelum Masuknya Agama di Indonesia

Pada saat agama belum masuk di Indonesia, nenek moyang bangsa Indonesia telah mempunyai kepercayaan terhadap adanya kekuatan yang ada diluar diri manusia. Kekuatan itu terdapat pada roh nenek moyang dan kekuatan alam semesta. Upacara-upacara pemujaan terhadap roh seringkali dilakukan. Oleh karena itu, muncul kepercayaan animism dan dinamisme yang diyakini sebagai kepercayaan asli bangsa Indonesia sebelum datangnya berbagai agama di Indonesia.


Corak kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia pada akhir masa praaksara. Meliputi hal-hal sebagai berikut:

1. Kehidupan Agraris

Nenek moyang bangsa Indonesia hidup dari bertani. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya alat khas pertanian yang berupa beliung persegi dan kapak lonjong.

2.  Kehidupan Bahari

Nenek moyang bangsa Indonesia telah mampu mengarungi laut luas karena mereka telah mempunyai pengetahuan tentang laut, angin, musim, dan astronomi. Mereka juga telah mampu membuat perahu bercadik. Perahu bercadik adalah perahu yang kanan kirinya dipasang alat dari bamboo dan kayu agar perahunya tidak mudah oleng.

3. Kehidupan Sosial

Nenek moyang bangsa Indonesia telah hidup dalam masyarakat yang teratur. Dalam kesehatannya mereka hidup secara bergotong-royong.

4. Kehidupan Seni Budaya

Nenek moyang bangsa Indonesia telah mengenal barang-barang perhiasan dari batu, perunggu, manik-manik, dan kaca. Mereka pun sudah pandai melukis. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya lukisan berwarna berupa gambar babi hutan sedang berlari di Gua Leang Leang (Sulawesi Selatan).

5. Sistem Kepercayaan

Nenek moyang bangsa Indonesia telah mengenal sistem kepercayaan, seperti berikut.
  • Animisme, yaitu kepercayaan bahwa setiap benda mempunyai roh dan jiwa.
  • Dinamisme, yaitu kepercayaan bahwa setiap benda mempunyai kekuatan gaib.


Continue Reading

Peradaban Lembah Sungai Nil


peradaban sungai nil
Peradaban sungai nil

Herodotus mengatakan bahwa Mesir merupakan hadiah dari Sungai Nil. Penduduk daerah ini hidupnya tergantung pada air Sungai Nil. Pada musim gugur terjadilah banjir yang meggenangi tanah di kanan-kirinya, sedangkan di muaranya terjadi sebuah delta yang sangat subur.

Penduduk membuat saluran untuk mengatur pembagian air yang dikerjakan oleh masyarakat dan diatur oleh satu kekuasaan yang ditaati bersama oleh pemerintah. Hal ini menyebabkan Mesir menjadi daerah pertanian yang subur.

a. Kepercayaan

Masyarakat Mesir memiliki kepercayaan yang bersifat plitheisme. Adapun dewa yang tertinggi adalah Dewa Ra.

Dewa-dewa yang dilambangkan binatang, antara lain sebagai berikut:
  1. Toth : Merupakan dewa kearifan dan pengetahuan, pencipta tulisan, juru tulis resmi di akhirat.
  2. Knun : Sebagai pencipta, digambarkan sebagai domba jantan.
  3. Anubis: Sebagai dewa penjaga akhirat berkepala anjing, penjaga semua makan dan kuburan.
  4. Basset : Dewa delta Sungai Nil, berwujud burung rajawali.

b. Pemerintahan

Mesir memasuki zaman pradinasti pada tahun 3200 SM. Pada waktu itu Mesir terpecah belah menjadi wilayah kecil-kecil yang disebut dengan nomes. Nomes ini dapat berbentuk sebuah desa atau Negara kota yang dipimpin oleh kepala suku. Pada tahun 4000 SM nomes-nomes tersebut bergabung menjadi dua kerajaan besar yaitu Mesir Hilir dan Mesir Hulu.

Raja Mesir yang memerintah berkuasa sejak awal hingga akhir disebut dengan Fir’aun. Untuk menunjukan rasa hormat, rakyat memanggil rajanya Fir’aun. Kedudukan Fir’aun diperoleh secara turun-temurun. Fir’aun harus orang yang pandai serta mengusai berbagai pengatahuan dan keterampilan.

Cara yang dilakukan untuk mendidik calon Fir’aun, ia dididik sebagai wasir (perdana menteri) pengawas pekerjaan umum. Kedudukan Fir’aun yang didukung oleh pendidikan tinggi menempatkan Fir’aun sebagai orang yang serba bisa dalam menangani berbagai masalah.

Dalam perkembangannya selanjutnya, muncullah seorang raja yang kuat dari Kerajaan Mesir Hulu yang bernama Menes. Beliau berhasil menyatukan Mesir Hulu dan Mesir Hilir dan merupakan pendiri dinasti pertama di Mesir.


c. Sistem pertanian dan pengairan

1. Pertanian

Negara mesir disebut hadiah Sungai Nil karena kesuburan tanah negeri ini semata-mata adalah berkat adanya Sungai Nil yang banjir setuap tahun dan meninggalkan lumpur yang subur. Oleh karena itu, sumber pokok kehidupan rakyat Mesir dengan memanfaatkan tanah subur Lembah Sungai Nil adalah bercocok tanam.

2. Pengairan


Sebagai daerah pertanian yang luas dan subur, masyarakat Mesir sangat tergantung pada pengairan Sungai Nil.

d. Seni Bangunan

Bangunan rumah-rumah penduduk di tepi Sungai Nil dibuat dari lempengan lumpur. Karena bagunannya sangat sederhana, maka bangunannya mudah rusak dan hancur. Makam, dan bendungan ditata dengan indah, terlihat dari bagunan kuil, piramida, dan tugu-tugu peringatan. Seni bangunan yang dianggap sudah maju, yaitu sebagai berikut:
  1. Piramida
  2. Kuil


e. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi


1. Matematika

Orang Mesir telah mengenal empat dasar hitungan yaitu penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

2. Kedokteran dan Pengobatan

Dalam bidang kedokteran cara pengobatan masih berbaur dengan ilmu sihir. Menurut orang Mesir, penyakit yang dideritanya adalah akibat dosa. Edwin Smith menemukan buku tentang pengobatan untuk mengatasi cidera. Ebres menemukan buku yang isinya tentang pembedahan, anatomi tubuh, kedokteran, dan farmasi.

f. Aksara

Tulisan yang digunakan bangsa Mesir disebut dengan hieroglif, aksaranya disebut dengan piktograf.

g. Astronomi

Pengalaman orang Mesir dalam memperkirakan musim dan menghitung peredaraan matahari disusun dalam kalender. Perhitungan kalender Syamsiyah ditetapkan 360 hari dalam setahun. Kalender Syamsiyah terdiri dari 12 bulan dalam setahun dengan rincian 30 hari dalam satu bulan.

Continue Reading

PENGERTIAN SEJARAH


gambaran sejarah purbakala
Ilustrasi sejarah purbakala


Pengertian Sejarah Menurut Beberapa Ahli:

A.  R.Moh. Ali

Sejarah adalah : Kejadian, peristiwa-peristiwa yang seluruhnya yang berhubungan dengan manusia, benda, dan secara singkat menyangkut perubahan yang nyata di dalam kehidupan manusia.

B. Prof. H.Moh Yamin S.H

Sejarah menurut paham ilmiah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.

C. Sidi Gazalba

Sejarah adalah gambaran manusia masalalu dan sekitarnya sebagai mahluk social yang disusun secara ilmiah dan lengkap meliputi urutan fakta masa tersebut dengan tafsiran dan penjelasan yang member pengertian dan kepahaman tentang apa yang telah berlaku.


waktu yang terus berjalan

Pengertian Ilmu Sejarah

Ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidik secara sistematis keseluruh perkembangan masyarakat serta kemanusiaan dimasa lampau.

Pengertian Sejarah Secara Subyektif Dan Secara Objektif

  • Sejarah secara subyektif, yaitu sejarah berkaitan dengan kehidupan manusia pada masa lalu yang telah menjadi pengetahuan manusia.

  •  Sejarah secara objektif, yaitu peristiwa atau kejadian dikatakan sebagai kenyataan yang objektif sebab masih diluar pengetahuan manusia.

Dasar-Dasar Penelitian Sejarah

Langkah-langkah penelitian sejarah

Para ahli sejarah sepakat menetapkan 4 kegiatan pokok didalam cara meneliti sejarah, penelitian sejarah dimulai dari pemilihan topik.

Keempat kegiatan tersebut adalah :
  1. Neuristik, adalah pengumpulan sumber
  2. Verifikasi, adalah untuk pengumpulan data-data
  3. Interpretasi, adalah fakta-fakta yang telah di peroleh peneliti
  4. Historiografi, adalah penulisan sejarah

Continue Reading

PENGERTIAN KLAN

Pengertian Klan

Klan adalah kesatuan kekerabatan yang terdiri dari yang terdiri atas gabungan keluarga luas yang berasal dari satu nenek moyang bedasarkan garis keturunan dari ayah saja atau ibu saja. Ada dua macam klan yang sangat berbeda.


Klan minangkabau
Klan minangkabau


1.  Klan Matrilineal, system kekerabatan yang diambil dari garis keturunan ibu. Berlaku di masyarakat Minangkabau. Mereka menyebut sebagai : suku. Klan ini termasuk klan kecil, karena jumlahnya kurang dari 100 dan mereka masih saling mengenal satu dengan lainnya.

Klan batak
Klan batak


2. Klan patrilineal, system kekerabatan yang diambil bedasarkan garis keturunan dari pihak ayah. Berlaku di dalam kehidupan masyarakat Batak. Mereka menyebut sebagai : marga. Klan ini termasuk klan besar, karena jumlahnya mencapai ribuan dan antara yang satu dan yang lainnya belum tentu mengenal. Hal yang mengikat mereka adalah kesamaan nama marga, nyanyian/dongeng suci, dan lambang marga.

Adapun Fungsi Klan Dalam Kehidupan

Fungsi klan dalam kehidupan masyarakat Minangkabau (klan/kecil) adalah memelihara harta pusaka, melakukan usaha produktif, melakukan upacara adat bersama-sama, dan mengatur perkawinan secara eksogami.

Fungsi Klan Besar

Fungsi klan besar pada masyarakat Batak (patrilineal) adalah mengatur perkawinan secara eksogami, menyelenggarakan upacara ritual keagamaan secara bersama-sama, sebagai rangka dalam hubungan antarkelas, dan sebagai dasar organisasi politik di daerahnya.

Sifat klan besar adalah terikat adat (circumscriptive), terbatas (definitif), dan keanggotaannya tidak dapat dirangkap (ekslusif).


Jika terjadi penggabungan klan-klan setempat (besar atau kecil) menjadi kesatuan sosial yang lebih luas maka akan terbentuk fratri dan moiety (paroh masyarakat) yang fungsinya mirip klan besar.


Continue Reading

KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA - FAKTA SEJARAH

Fakta Sejarah Indonesia
Fakta Sejarah Indonesia

Fakta sejarah tidak sama dengan data sejarah atau jejak-jejak sejarah sebagai suatu peristiwa. Jejak-jejak sejarah tersebut hanya merupakan bahan untuk menyusun fakta-fakta sejarah.

Menurut pendapat E.Bernheim, fakta sejarah adalah kesimpulan-kesimpulan dalam sejarahwan terhadap kejadian-kejadian historis yang terjadi di tempat yang tertentu pada waktu tertentu. Fakta sejarah akan diakui sebagai bukan fakta sejarah, jika tidak dapat dibuktikan kebenarannya dengan bukti-bukti yang cukup. Akan tetapi, dengan memperoleh fakta-fakta sejarah saja, bukan berarti belum merupakan sejarah. Pemaparan fakta-fakta sejarah, belum merupakan histografi.

Daftar fakta sejarah yang disusun secara kronologis barulah merupakan kronik sehingga dapat disebut sejarah. Fakta sejarah dikelompokkan sebagai berikut :

1. Fakta Seni Artefak

Artefak adalah fakta sejarah yang berupa benda konkret sebagai bukti keberadaan manusia di masa lampau. Fakta ini dihasilkan dari hasil cipta, rasa, dan karsa manusia atau merupakan hasil kebudayaan manusia yang bersifat fisik artistic. Artefak bisa berupa sisa-sisa peninggalan berupa alat-alat buatan manusia dari zaman praaksara dan juga hasi-hasil peradaban manusia di zaman sejarah.

2. Fakta Mental

Fakta Mental adalah fakta yang bersifat abstrak yang berupa keyakinan dan kepercayaan, sehingga kasat mata. Fakta ini hanya dapat diketahui dengan mempelajari karakter dan mental sebuah masyarakat. Walapun demikian, manusia menyadari adanya fakta mental ini yang nantinya sangat berguna dalam mempermudah penyusunan sejarah.

3. Fakta Sosial


Fakta social adalah fakta sejarah yang memiliki dimensi social yang bersisi jaringan interaksi antarmanusia. Fakta sejarah ini dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari sekelompok masyarakat, dan telah berjalan untuk jangka waktu yang lama dan bahkan tidak diketahui kapan mulai berlakunya dan nyata-nyata ada dalam kehidupan mereka.


Continue Reading

Waktu Masuknya Islam ke Indonesia



Waktu Masuknya Islam ke Indonesia
Waktu Masuknya Islam ke Indonesia

Beberapa Pendapat Masuknya Islam

Ada beberapa pendapat tentang kapan Islam mulai masuk dan berkembang di Indonesia.

#Pendapat Pertama


Pendapat pertama mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia mulai abad ke-7. Para ahli yang mendukung pendapat ini, antara lain, Hamka dan Zaenal Arifin Abbas. Adapun alasan-alasannya adalah sebagai berikut:
  1. Antara abad ke-7-8 para pedagang Islam telah memegang peranan penting di Selat Malaka.
  2. Bedasarkan berita Cina, pada tahun 674 telah dijumpai orang Islam di jawa.
  3. Pada abad ke-7 M, hubungan perdagangan antara Cina-India-Asia barat melalui Indonesia sudah sangat ramai.
  4. Berita Cina tentang adanya kerajaan Taa Chi di Melayu yang telah menjalin hubungan diplomatik dengan Cina antara tahun 630-655. Taa Chi adalah sebutan Cina untuk orang-orang Islam.
  5. Berita dari Arab yang menyebutkan bahwa para pedagang Arah telah melakukan kegiatan perdagangan dengan penduduk Indonesia sejak masa perkembangan kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 Masehi. Hal ini terbukti dengan sebutan, Zabag, Zabay, atau Sribuza terhadap kerajaan Sriijaya

#Pendapat Kedua


Pendapat kedua, mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-11. Pendapat ini dadasarkan pada bukti adanya batu Nisan Fatimah Binti Maimun yang dikenal dengan batu Leran yang ditemukan di dekat Gresik, Jawa Timur. Nisan ini berangka tahun 1082 Masehi (abad ke-11 M).


#Pendapat Ketiga


Pendapat ketiga, mengatakan bahwa Islam masuk Indonesia pada abad ke-13. Pendapat ini, antara lain, dikemukakan oleh Snouck Hurgronje dan R.Soekmono. Adapun alasan-alasannya adalah sebagai berikut:
  1. Catatan Marcopolo yang mengatakan bahwa pada abad ke-13 Islam telah berkembang di Sumatra Utara. Marcopolo merupakan musafir dari Venesia yang melakukan perjalanan ke Cina pada tahun 1291 ia singgah di Aceh Utara.
  2. Adanya nisan Sultan Malik al Saleh yang berangka tahun 1297.
Dari ketiga pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa agama Islam mulai masuk dan berkembang di Indonesia antara abad ke-7-13 M. Pada abad ke-7 yang merupakan masa awal kedatangan agama Islam, penyiaran agama Islam dilakukan oleh para pedagang Arab, Persia dan India. Pada masa ini, baru sebagian kecil penduduk saja yang bersedia menganut agama Islam. Hal ini karena mereka masih dalam kekuasaan raja-raja Hindu-Buddha.

Perjalanan Islam
Perjalanan Islam

Pada abad-abad selanjutnya, para pedagang dari India, Arab, Persia, makin giat menyebarkan Islam di daerah yang mereka kunjungi terutama di daerah-daerah pusat perdagangan. Para pedagang Indonesia yang sudah masuk Islam pun akhirnya juga ikut berperan dalam penyebaran Islam di berbagai wilayah Indonesia. Akibatnya, pengaruh Islam di Indonesia makin bertambah luas di kalangan masyarakat terutama daerah pantai.

Seiring dengan kemunduran Sriwijaya, para pedagang Islam semakin giat melakukan peran politiknya. Mereka ikut mendukung daerah pantai yang ingin melepaskan diri dari kekuasaan Sriwijaya. Pada akhir abad ke-13 atau sekitar tahun 1285 berdirilah kerajaan bercorak Islam, yang bernama Samudra Pasai.

Pada Abad ke-15 kerajaan Majapahit mulai mengalami kemunduran dan runtuh pada tahun 1478. Runtuhnya Majapahit ini sangat memberi peluang terhadap tumbuh dan berkembangnya kerajaan-kerajaan Islam. Pada tahun 1500, Demak berdiri sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa. Berkembangnya kerajaan Demak sebagai kerajaan Islam kemudian disusul berdirinya kerajaan Banten dan kerajaan Cirebon.

Baca juga tentang Kronologi Masuknya Islam di Indonesia


Continue Reading

Kronologi Masuknya Islam di Indonesia

 Kronologi Masuknya dan Berkembangnya Islam di Indonesia

Setelah berkembangnya di seluruh Jazirah Arab, agama Islam segera menyebar ke Eropa (Spanyol), Asia Selatan (India) dan Asia Barat. Sejak sebelum datanya Islam ke kawasan Asia Selatan, antara India dan Cina telah terjalin hubungan pelayaran dan perdagangan melalui perairan Indonesia. Para pedagang Islam yang berasal dari Gujarat (India) pun banyak yang singgah ke Indonesia. Merekalah yang terutama membawa agama Islam ke Indonesia.

Sebagian ahli berpendapat bahwa para pedagang Arab telah menjalin hubungan dagang dengan Indonesia sejak perkembangan kerajaan Sriwijaya abad ke-7 Masehi. Wilayah Indonesia yang pertama kali menerima pengaruh Islam adalah daerah pantai Sumatra Utara atau wilayah Samudra Pasai. Wilayah Samudra Pasai merupakan pintu gerbang menuju wilayah Indonesia yang lainnya.

Dari Samudra Pasai, agama Islam menyabar ke Malaka kemudian ke Pulau Jawa juga melalui kegiatan perdagangan. Penyebaran itu tidak hanya dilakukan oleh pedagang asing, tetapi juga dilakukan oleh para pedangan Indonesia sendiri yang telah beragama Islam. Pada abad ke-7 Masehi itu pula agama Islam sudah masuk ke Pulau Jawa di wilayah pantai Utara.

Masuknya agama Islam ke Pulau Jawa pada abad ke-7 Masehi didasarkan pada berita dari Cina masa pemerintahan Dinasti Tang. Berita ini menyatakan tentang adanya orang-orang Ta'shih (Arab dan Persia) yang mengurungkan niatnya untuk menyerang Kaling di bawah pemerintahan Ratu Sima (674 Masehi). Adanya makam wanita muslimah bernama Fatimah Maimun di Leran, Gresik, Jawa timur yang berangka tahun 1082 juga membuktikan bahwa pada abad ke-11 Masehi agama Islam telah dianut oleh sebagian masyarakat di pesisir utara Jawa.

Sedangkan adanya berita dari Marcopolo (1292), batu nisan kubur Sultan Malik al Saleh yang berangka tahun 1297 di Samudra Pasai dan berita dari Ibnu Battuta (1345), membuktikan bahwa antara abad ke-13-14 Masehi agama Islam telah berkembang di wilayah Sumatra.



Oleh karena Islam masuk ke Indonesia melalui kegiatan pelayaran dan perdagangan, maka masyarakat pesisir adalah yang paling awal menerima pengaruh agama Islam. Agama Islam kemudian dapat menyebar dari pesisir hingga meluas ke daerah pedalaman karena adanya saluran-saluran Islamisasi, yang meliputi perdagangan, perkawinan, pendidikan, dan seni budaya.

1. Saluran Perdagangan

Melalui kegiatan perdagangan, seorang pedagang pantai yang telah beragama Islam mengenalkan agamnya kepada pedagan dari pedalaman yang belum memeluk agama Islam, Diantara pedagang dari pedalaman tersebut ada yang tertarik, kemudian menyatakan diri memeluk agama Islam. Setelah kembali ke daerah asalnya di pedalaman, ia mengenalkan agama islam kepada keluarga dan masyarakat sekitar.

2. Saluran Perkawinan

Proses penyebaran agama Islam yang dilakukan dengan cara seorang yang telah menganut Islam menikah dengan seorang yang belum menganut Islam sehingga akhirnya pasangannya itu menganut agama Islam. Pada tahap awal perkembangan Islam di Indonesia, perkawinan dapat menjadi salah satu saluran Islamisasi yang cukup efektif.

3. Saluran Dakwah

Proses penyebaran Islam yang dilakukan dengan cara memberi penerangan tentang agama Islam, seperti yang dilakukan oleh para Wali Songo dan ulama lainnya. Dalam mengenalkan dan menyebarkan Islam, para wali dan ulama menggunakan cara-cara yang sangat bijaksana. Pada umumnya mereka sangat toleran dengan budaya atau tradisi masyarakat yang telah ada. Para wali juga sering menggunakan media kesenian dalam dakwah, sehingga dapat menarik simpati masyarakat.

4. Saluran Pendidikan

Saluran Islamisasi melalui pendidikan, terutama dilakukan dalam pondok-pondok pesantren. Siswa pondok pesantren disebut santri. Melalui pondok-pondok pesantren dicetak kader-kader juru dakwah yang akan menyebarkan Islam di daerah masing-masing kelak setelah mereka lulus menimba ilmu agama.

Pada mulanya pondok pesantren hanya terdapat didaerah pesisir. Namun, diantara para santrinya ada yang datang dari daerah pedalaman. Setelah kembali mereka juga mendirikan pesantren di daerahnya. Akhirnya, agama Islam dapat menyebar ke pedalaman melalui kegiatan pendidikan ini.

5. Saluran Seni Budaya

Seni budaya, seperti wayang kulit, sekaten dan seni sastra, dapat menjadi saluran Islamisasi karena sering dijadikan media dalam penyebaran Islam pada tahap awal perkembangannya di Indonesia. Anggota Wali Songo yang sering menggunakan media wayang kulit untuk berdakwah adalah Sunan Kalijaga. Dalam setiap pementasan, Sunan Kalijaga meminta imbalan kepada para penonton berupa ucapan dua kalimat syahadat.

Continue Reading

Mengenal Sejarah Kerajaan Makassar

Mengenal Sejarah Kerajaan Makassar
Mengenal Sejarah Kerajaan Makassar

- Mengenal Sejarah Kerajaan Makassar

Kerajaan Makassar semula terdiri atas dua kerajaan, yaitu kerajaan Gowa dan Tallo. Kedua kerajaan ini kemudian digabung menjadi satu, dengan nama kerajaan Gowa Tallo. Masyarakat menyebutnya kerajaan Makassar, karena memang letaknya di Makassar.

Setelah Gowa dan Tallo disatukan, Raja Gowa, Daeng Manrabia, menjadi raja dengan gelar Sultan Alaudin, sedangkan Raja Tallo Karaeng Matoaya, menjadi perdana menteri dengan gelar Sultan Abdullah. Letak kerajaan Gowa Tallo sangat strategis, yaitu sebagai penghubung pelayaran dari Malaka dan Jawa ke Maluku. Kerajaan Makassar memiliki pelabuhan Sombaopu yang berfungsi sebagai pelabuhan transito. Pelabuhan ini dijadikan tempat pergudangan rempah-rempah yang berasal dari Maluku. Para pedagang Jawa dan Malaka yang tidak sempat ke Maluku, cukup mengambil rempah-rempah dari pelabuhan Sombaopu.

Kerajaan Makassar dapat berkembang menjadi pusat perdagangan karena didorong oleh faktor-faktor sebagai berikut:

  1. Letaknya strategis, yaitu sebagai penghubung pelayaran Malaka dan Jawa ke Malaku.
  2. Letaknya di muara sungai, sehingga lalu lintas perdagangan antar daerah pedalaman berjalan baik.
  3. Di depan pelabuhan terdapat gugusan pulau kecil yang berguna untuk menahan gelombang.
  4. Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis mendorong para pedagang mencari daerah atau pelabuhan yang menjualbelikan rempah-rempah.
  5. Kemahiran penduduk Makassar dalam berlayar dan membuat kapal.
Kerajaan Makassar mulai berkembang sejak pemerintahan Muhammad Said(1639-1653). Puncak kejayaan Makassar dicapai pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin. Pada masa pemerintahannya wilayah Makassar mencapai Bone dan Solor.

Sultan Hasanuddin terkenal dengan sikapnya yang anti VOC. Dengan tegas ia menyatakan bahwa Makassar tidak mengakui monopoli perdagangan VOC. Sikap tegas Makassar ini memancing kemarahan Belanda. Ketika Raja Bone, Aru Palaka, meminta bantuan untuk menyerang Hassanudin karena wilayahnya dimasukkan ke Makassar, dengan cepat Belanda menyambutnya.

Makassar kemudian mendapat serangan gabungan Belanda dan Aru Palaka. Belanda menyerang dari laut, sedangkan pasukan Aru Palaka menggempur dari darat. Oleh karena tekanan yang demikian berat, akhirnya Makassar terpaksa mendatangani Perjanjian Bongaya (1667).

Pada tahun 1669 Makassar menyerah kepada Belanda. Menyerahnya Makassar terhadap Belanda membawa beberapa akibat sebagai berikut:

  1. Peranan Makassar sebagai pusat pelayaran dan perdagangan di Indonesia Timur berakhir.
  2. Belanda menguasai Makassar dan mendirikan benteng Niew Rotterdam.
  3. Pejuang Makassar banyak yang pergi ke luar daerah untuk melanjutkan perjuangannya melawan Belanda.
Baca juga tentang Mengenal Sejarah Kerajaan Mataram, yang berdiri pada 1586 Masehi merupakan kerajaan islam di Mataram.
 
Baca juga tentang Kerajaan Kutai, yang merupakan kerajaan-kerajaan hindu-budha di Indonesia.
Continue Reading

Peranan Pedagang Dalam Proses Penyebaran Islam di Indonesia


Peranan Pedagang Dalam Proses Penyebaran Islam di Indonesia
Peranan Pedagang Dalam Proses Penyebaran Islam di Indonesia

Agama Islam masuk ke Indonesia karena adanya kegiatan pelayaran dan perdagangan antara Asia Barat-India-Cina yang melalui perairan Indonesia. Para pedagang memegang peranan penting dalam menyebarkan Islam ke seluruh Indonesia. Dengan kata lain, para pedagang sangat berperan dalam proses Islamisasi ke Indonesia.

Para pedagang Islam datang ke Indonesia terutama mencari komoditas berupa rempah-rempah dan emas. Mereka terutama berasal dari Gujarat, India. Wilayah Indonesia yang paling ramai dikunjungi para pedagang adalah selat Malaka. Para pedagang ini harus singgah untuk sementara waktu dan menanti saat yang tepat untuk meneruskan pelayarannya ke wilayah lain, seperti ke Cina. Sambil menunggu arah angin yang sesuai dengan tujuan, mereka tinggal beberapa saat di suatu wilayah, salah satunya di Indonesia. Pada saat itulah mereka memiliki kesempatan luas untuk menyampaikan agama islam kepada pedagang atau penduduk asli.

Ketika islam masuk, pusat perdagangan dan pelayaran di sepanjang pantai dikuasai oleh raja-raja daerah, para bangsawan dan penguasa lainnya yang juga merangkap sebagai pemilik saham dan kapal-kapal dagang. Mereka inilah yang berkuasa mengatur lalu lintas perdagangan dan harga barang. Mereka itu, misalnya para raja atau adipati di Aceh, Johor, Jambi, Makassar, Ternate, Banten, Jayakarta, Demak, Gresik, dan Surabaya.

Para penguasa bandar itulah yang mula-mula menjalin hubungan dengan para pedagang islam. Hubungan dan kerja sama itu makin erat setelah suasana politik di pusat kerajaan Majapahit kacau. Raja-raja di daerah dan adipati di pesisir itu kemudian masuk Islam sehingga mereka mendapat simpati dan dukungan dari pedagang-pedangan Islam untuk melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit.

Dengan demikian, kedudukan raja daerah itu menjadi semakin kuat. Dampaknya mereka mampu mendirikan kerajaan Islam.

Continue Reading

Mengenal Sejarah Kerajaan Mataram

Mengenal Sejarah Kerajaan Mataram
Mengenal Sejarah Kerajaan Mataram

Kerajaan Mataram Islam berdiri pada tahun 1586. Sebagai raja pertama adalah Sutawijaya yang bergelar Panembahan Senopati (1586-1601). Pada masa pemerintahan Panembahan Senopati, di Mataram banyak terjadi pemberontakan yang antara lain dilakukan oleh Bupati Ponorogo, Galuh, Pati, dan Demak. Namun Panembahan Senopati dapat memadamkan semua pembrontakan yang terjadi.

Pada tahun 1601, Penambahan Senopati wafat dan dimakamkan di Kotagede, Yogyakarta. Pengganti Panembahan Senopati ialah putranya yang bernama Mas Jolang (1601 - 1631). Pada tujuannya adalah untuk memperkuat kedudukan politik dan ekonomi Mataram. Namun dalam upaya mempersatukan kerajaan-kerajaan Islam, Mas Jolang gugur dalam sebuah pertempuran di Krapyak, Yogyakarta. Oleh karena itu ia mendapat sebutan Panembahan Seda Krapyak.

Mas Jolang digantikan dengan Mas Rangsang yang lebih dikenal dengan nama Sultan Agung (1613-1945). Pada masa pemerintahannya, Mataram mencapai puncak kejayaan. Wilayah Mataram bertambah luas, meliputi Jawa Tengan, Jawa Timur dan sebagian Jawa Barat. Pada masa pemerintahan Sultan Agung ini, pengaruh Mataram sampai ke Palembang dan Banjarmasin serta ke timur mencapai Gowa dan Makassar. Kemajuan yang dicapai Mataram pada masa Sultan Agung mencakup baik bidang politik, ekonomi, maupun sosial dan budaya.
Continue Reading

Mengenal Sejarah Kerajaan Tarumanegara

Mengenal Masa Kerajaan Tarumanegara
Mengenal sejarah tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara berkembang di tepi Sungai Citarum, sekitar kota Bogor, Jawa Barat. Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang bersamaan waktunya dengan kerajaan Kutai. Namun yang dianggap sebagai kerajaan Hindu tertua di Indonesia adalah Kerajaan Kutai.

Sumber menerangkan tentang kerajaan Tarumanegara yaitu berupa tujuh buah prasasti dan berita Cina. Tujuh buah prasasti peninggalan Tarumanegara yaitu :

1. Prasasti Tugu, ditemukan di sekitaran Jakarta.
2. Prasasti Lebak, ditemukan di daerah Banten Selatan.
3. Prasasti Kebon Kopi, ditemukan di Bogor.
4. Prasasti Ciaruteun, ditemukan di Bogor.
5. Prasasti Muara Cianten, ditemukan di Bogor.
6. Prasasti Jambu, ditemukan di Bogor.
7. Prasasti Pasir Awi, ditemukan di Bogor.

Dari ketujuh prasasti tersebut, yang berhasil dibaca dengan baik adalah Prasasti Tugu, Prasasti Kebon Kopi, dan Prasasti Ciaruteun. Prasasti Tugu menjelaskan bahwa pada tahun ke-22 pemerintahannya, Raja Purnawarman memerintahkan penggalian Sungai Gomati (Sungai Candrabhaga) setelah penggalian selesai, raja memberikan hadiah 1.000 ekor lembu kepada para Brahmana.

Prasasti Kebon kopi dituliskan pada sebuah batu besar dengan lukisan telapak kaki gajah. Bunyi tulisannya antara lain "Inilah dua telapak kaki gajah yang seperti Airawata gajah penguasa negeri Taruma yang gagah perkasa".

Prasasti Ciaruten juga dipahatkan dengan batu besar. Namun lukisannya adalah dua telapak kaki manusia. Bunyi tulisannya antara lain "Inilah bekas telapak kaki yang seperti kaki Dewa Wisnu ialah kaki yang mulia penguasa negeri Taruma".

Adapun informasi tentang kerajaan Taruma yang berasal dari berita Cina ditulis oleh Fa Hien. Ialah seorang pendeta Buddha dari Cina. Dalam catatannya ia mengatakan bahwa masyarakat Taruma belum banyak yang beragama seperti dirinya. Sebagian besar beragama Hindu dan sebagian kecil menyembah berhala.

Berita Cina menyebutkan adanya kerajaan To-Lo-Mo disebelah tenggara Cina yang beberapa kali mengirim utusannya ke Cina (Tahun 528, 538, 665, dan 666). Kemungkinan yang dimaksud To-Lo-Mo adalah kerajaan Taruma.

Sumber : Buku Pengetahuan Sosial [Sejarah]
Continue Reading

Make Money with Infolinks

SEO Stats powered by MyPagerank.Net