Hati adalah kelenjar terbesar dalam tubuh manusia, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, di bawah diafragma. Beratnya mencapai 1 kg.
Fungsi hati :
1. Tempat untuk mengubah berbagai zat termasuk racun.
2. Menjadi tempat perombakan sel darah merah yang rusak menjadi empedu.
3. Sebagai tempat menyimpan gula dalam bentuk glikogen.
4. Menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh.
5. Mengatur kadar gula dalam darah.
6. Tempat membuat fibrinogen dan protombin yang berperan dalam proses pembekuan darah.
7. Sebagai tempat mengubah provitamin A menjadi vitamin A.
Penyakit yang biasa menyerang hati adalah hepatitis. Penyakit ini disebabkan virus. Penderita hepatitis mengalami kerusakan pada sel hatinya, sehingga zat warna empedu beredar ke seluruh tubuh. Akibatnya warna tubuh menjadi kekuningan, maka disebut juga sebagai penyakit kuning. Hepatitis ada tiga yaitu hepatitis A, B, dan C.
Paru-paru merupakan organ terbesar dalam pernapasan. Paru-paru berperan penting dalam proses pernapasan karena menjadi tempat pertukaran gas O2 dan CO2. Paru-paru terdiri atas dua bagian yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Di dalam paru-paru terdapat bronkus (percabangan tenggorokan) membentuk cabang-cabang bronkiolus. Bronkus kanan bercabang menjadi 3 bronkiolus, sedang bronkus kiri bercabang menjadi dua bronkiolus. Ujung bronkiolus adalah kantong udara (alveolus).
Paru-paru terbungkus oleh lapisan pleura.
Pleura ada dua macam yaitu pleura dalam dan pleura luar. Selaput yang membungkus paru-paru adalah pleura dalam. Sedangkan yang menutupi rongga dada dan bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar. Batas antara pleura dalam dan luar terdapat rongga yang berisi cairan pleura. Cairan ini berfungsi sebagai pelumas bagi paru-paru.
Dalam keadaan normal paru-paru mampu menampung 5 liter udara. Hal ini disebut volume paru-paru. Udara dalam volume paru-paru ini disebut kapasitas total udara pernapasan manusia. Jika dalam keadaan tidur atau istirahat udara yang keluar masuk lebih kurang 0.5 liter.
Jika kita menghembuskan udara sekuat-kuatnya, di dalam paru-paru masih tersisa udara lebih kurang 1 liter. Udara yang tidak dapat dihembuskan keluar disebut volume residu. Jadi, udara yang keluar masuk paru-paru maksimum 4 liter. Volume udara 4 liter ini disebut kapasitas vital paru-paru.
Di paru-paru terjadi proses pertukaran antara gars O2 dan CO2. CO2 (Kabron dioksida) yang dibawa darah dari seluruh tubuh dilepaskan di paru-paru, sambil mengambil O2 yang telah sampai di paru-paru. Oleh paru-paru, CO2 dikeluarkan lagi melalui saluran pernapasan sehingga paru-paru juga merupakan organ ekskresi. Selain CO2 paru-paru juga mengeluarkan sisa pernapasan yang berupa uap air (H20).
Gangguan yang sering terjadi pada paru-paru dapat berupa kesulitan bernapas, nyeri dada, dan batuk. Penyakit paru-paru bedasarkan penyebabnya dibedakan menjadi penyakit paru-paru obstruktif seperti emfisema, asma, dan bronkitis kronis yang disebabkan oleh penutupan atau penyempitan saluran pernapasan. Penyakit paru-paru restriktif disebabkan oleh pengerasan otot paru-paru sehingga tidak dapat mengembang. Adapun penyakit saluran paru-paru disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah pada paru-paru sehingga organ jantung mengalami gangguan untuk memompa darah. Ada lagi penyakit kanker paru-paru, tuberkulosis, dan pneumonia.
Kulit adalah salah satu organ ekskersi kerena mengandung kelenjar keringat (gladula sudorifera) yang mengeluarkan keringat. Zat yang terkadung dalam keringat adalah sisa-sisa metabolisme yaitu air, garam, dan urea. Pengeluaran keringat berhubungan dengan suhu lingkungan yang tinggi dan aktivitas tubuh yang meningkat. Bila suhu panas keringat yang keluar banyak, bila suhu dingin keringat yang keluar banyak, bila suhu dingin keringat sedikit, karena orang cenderung sering kencing.
1. Bagian-bagian Kulit
a. Lapisan ari (Epidemis)
Epidemis disebut juga kulit ari yang merupakan lapisan terluar. Pada lapisan ini tidak terdapat pembuluh darah dan urat saraf. Oleh karena itu, apabila terluka tidak keluar darah bahkan tiak terasa sakit.
Epidermis tersusun dari beberapa lapisan.
Stratum korneum, merupakan lapisan yang selalu mengelupas karena tersusun dari sel-sel mati.
Stratum lusidum, merupakan lapisan yang bening.
Stratum granulosum, merupakan lapisan yang mengandung pigmen. Lapisan ini memberi warna pada kulit kita.
Stratum germinativum, merupakan lapisan yang selalu membentuk sel-sel baru ke arah luar.
b. Kulit Jangat (Dermis)
Kelenjar keringat, berfungsi mengeluarkan keringat melalui saluran keringat dan bermuara di pori-pori.
Kelenjar Minyak, berfungsi untuk memelihara rambut agar tidak kering.
Pembuluh Darah, berfungsi untuk menyalurkan sari-sari makanan ke akar rambut, sehingga rambut tumbuh terus.
Ujung-ujung saraf, ujung saraf terdari atas ujung-ujung saraf peraba dan perasa yang berfungsi sebagai pelindung dan indera peraba.
Jaringan Ikat Bawah Kulit, terdapat lemak yang berfungsi sebagai makanan dan penahan suhu tubuh.
2. Fungsi Kulit
Fungsi kulit sebagai berikut :
a. Sebagai alat pengeluaran, yaitu mengeluarkan keringat yang mengadung garam-garam, amoniak, dan lain-lain.
b. Sebagai pelindung tubuh dan alat-alat tubuh dari benturan dan kerusakan yang disebabkan oleh zat kimia.
c. Sebagai tempat indera peraba dan perasa.
d. Sebagai tempat menyimpan kelebihan lemak.
e. Sebagai tempat mengubah provitamin D menjadi vitamin D.
d. Sebagai pengatur suhu tubuh.
3. Penyakit Kulit
Bedasarkan penyebabnya, penyakit kulit dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu penyakit kulit akibat infeksi dan penyakit kulit bukan infeksi. Penyakit kulit akibat infeksi disebabkan oleh pertumbuhan bakteri dan jamur contohnya panu, kurap atau kadas, dan kutu air. Penyakit kulit noninfeksi disebabkan oleh alergi, kanker, dan zat kimia. Contoh : eksim, kanker kulit, psoriasis.
Ginjal manusia jumlahnya sepasang yang terdapat di rongga perut sebelah kiri dan kanan ruas tulang belakang. Ginjal tersebut adalah buah pinggang, pada orang dewasa beratnya lebih kurang 200 gram dan panjangnya 10 cm. Bentuk ginjal seperti kacang merah dan berwarna merah tua.
Ginjal merupakan alat eksresi utama pada manusia. Fungsi utama ginjal adalah mengekskresikan zat sisa metabolisme yang mengandung nitrogen misalnya amonia. Ginjal juga mengekskresikan zat yang jumlahnya berlebihan, berperan dalam mengatur keseimbangan air untuk mempertahankan cairan ekstraseluler. Inilah yang disebut dengan osmoregulasi yaitu pengaturan keseimbangan air dalam tubuh mahluk hidup. Semua mahluk hidup perlu menyeimbangkan jumlah air yang masuk dan keluar dari dalam tubuh agar semua proses dalam tubuh berjalan dengan baik.
1. Bagian-bagian Ginjal
a. Korteks (Kulit ginjal)
Di dalam kulit ginjal terdapat jutaan alat penyaring darah yang disebut nefron. Setiap nefron tersusun atas badan Malpighi dan tubulus (saluran panjang yang bergelung). Badan Malpighi tersusun atas simpai Bowman dan glomerulus.
Glomerulus merupakan pembuluh darah kapiler yang tersusun bergumpal-gumpal, sedangkan simpai Bowman merupakan saluran buntu yang bentuknya seperti cawan dengan dinding yang tebal yang mengelilingi glomerulus.
b. Medula (Sumsum Ginjal)
Pada bagian medula terdapat beberapa badan berbentuk kerucut yang disebut piramida ginjal. Di dalam piramida ginjal terdapat saluran-saluran pengumpul urine yang bermuara pada rongga ginjal. Saluran ini disebut dengan tubulus kontortus.
c. Pelvis (Rongga ginjal)
Rongga ginjal merupakan tempat penampung urine yang terus menerus menetes sebagai hasil penyaring darah di badan Malpighi. Dari masing-masing rongga ginjal, keluar saluran yang disebut ureter. Ureter berfungsi menyalurkan urine ke kantong kemih (vesika urinaria). Di kantong inilah urine disimpan sebelum dikeluarkan melalui saluran kantong kemih (uretra).
2. Proses Pembentuk Urine
Darah mengalami penyaringan didalam badan malpighi sampai pada simpai Bowman. Dalam pernyaringan ini, molekul-molekul yang cukup halus ikut tersaring dan masuk dalam rongga simpai bowman. Hasil penyaring masih mengandung molekul yang masih diperlukan oleh tubuh, misalnya air, gula, garam. Penyaringan disebut urine primer. Penyerapan kembali zat-zat yang masih diperlukan tubuh terjadi di dalam saluran yang berliku-liku dan dijalin oleh pembuluh kapiler.
Urine mengandung bermacam-macam zat, yaitu :
Air (99%)
Urea dan zat sisa metabolisme protein lainnya yang mengandung unsur nitrogen, misalnya amoniak.
Zat warna empedu. Zat warna empedu menyebabkan warna urine kekuningan, dan dibuang bersma urine. Zat warna empedu berasal dari cairan empedu.
Garam-garam terutama garam dapur
Zat-zat yang berlebihan dalam darah, misalnya vitamin dan obat-obatan.
3. Perjalanan Urine
Urine dari rongga ginjal dialirkan melalui ureter menuju kantong kemih (kantong kencing). Kemudian urine dibuang keluar tubuh melalui ureter. Orang akan merasa ingin kencing jika kantong kemih telah penuh dan terasa ada desakan pada dinding kantong kemih tersebut.
4. Fungsi Ginjal
Fungsi ginjal adalah :
Menyaring darah
Mengatur keseimbangan air dalam tubuh. Ketika udara diri, kita tidak berkeringat, maka pengeluaran air banyak melalui ginjal dan saluran kencing yang berupa air kencing. Apabila udara panas, maka pengeluaran air banyak melalui kulit yang berupa keringat.
5. Gangguan-gangguan pada Ginjal
a. Batu Ginjal
Kelainan ini disebabkan oleh terjadinya pengendapan garam kalsium yang membentuk endapan seperti batu. Endapan dapat terjadi di dalam rongga ginjal maupun ureter. Gangguan ini dapat dihilangkan dengan cara pengobatan dan pembedahan.
b. Gagal Ginjal
Gagal ginjal terjadi jika keadaan ginjal tidak berfungsi sebagaimana mestinya, glomerulus rusak sehingga tidak ada urine yang dihasilkan penderita.
c. Diabetes Melitus
Terjadi karena kadar hormon insulin dalam tubuh sangat rendah sehingga proses pengubahan glukosa menjadi glikogen terganggu. Akibatnya kadar glukosa dalam darah tinggi dan tidak mampu diserap kembali di tubula sehingga akan diekskresika bersama urine.
d. Diabetes Insipidus
Diabetes insipidus terjadi karena tubuh kekurangan hormon antidiuretik, sehingga volume urine yang dihasilkan dapat menjadi mencapai 30 kali dari volume urine normal.
e. Albuminuria
Penyakit ini disebabkan kegagalan proses penyaringan protein, sehingga urine mengandung protein.
f. Nefritis
Terjadi karena infeksi bakteri Streptococcus pada nefron. Akibat dari infeksi ini, protein dan sel-sel darah akan keluar bersama urine, kadar ureum dalam darah tinggi sehingga penyerapan air terganggu. Akibatnya air tertimbun di kaki (penderita kaki bengkak).