Berakhirnya Pemerintahan Orde Lama

Berakhirnya Pemerintahan Orde Lama
Berakhirnya Pemerintahan Orde Lama


Setelah Gerakan 30 September 1965/PKI berhasil di tumpas sebagai bukti-bukti yang berhasil dikumpulkan mengarah pada PKI, akhirnya ditarik kesimpulan PKI dituding sebagai dalang dibelakang gerakan itu. Hal ini menimbulkan kemarahan rakyat kepada PKI. Kemarahan itu diikuti dengan berbagai demostrasi yang semakin bertambah gencar menuntut kebubaran PKI beserta organisasi massa (ormasnya) dan tokoh-tokohnya harus diadili.

Sementara itu, untuk mengisi kekosongan pimpinan Angkatan Darat, pada tanggal 14 oktober 1965, Panglima Kostrad/Pangkopkamtib Mayor Jenderal Soeharto diangkat sebagai menteri/panglima Angkatan Darat. Bersamaan dengan itu juga dilakukan tindakan-tindakan pembersihan terhadap unsur-unsur PKI dan ormasnya.

Masyarakat Luas yang terdiri atas berbagai unsur seperti kalangan partai politik, organisasi massa, perorangan, pemuda, mahasiswa, pelajar, kaum wanita secara serentak membentuk satu kesatuan aksi dalam bentuk Front Pancasila untuk menghancurkan para pendukung Gerakan 30 September 1965/PKI yang diduga didalangi oleh PKI. Mereka Menuntut dilaksanakannya penyelesaian politis terhadap mereka yang terlibat dalam gerakan itu. Kesatuan aksi yang muncul menantang G30SPKI diantaranya Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI) dan lain-lain.

Mereka yang tergabung dalam front pancasila mengadakan demontrasi di jalan-jalan raya pada tanggal 8 Januari 1966 mereka menuju gedung sekretariat Negara dengan mengajukan pertanyaan bahwa kebijakan ekonomi pemerintah tidak dapat dibenarkan. Kemudian pada tanggal 12 januari 1966 berbagai kesatuan aksi yang bergabung dalam Front Pancasila berkumpul di halaman Gedung DPR-GR untuk mengajukan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) yang isinya sebagai berikut :

  1. Pembubaran PKI beserta organisasi massanya
  2. Pembersihan Kabinet Dwikora
  3. Penurunan harga barang
Pada tanggal 15 Januari 1966 diadakan sidang paripurna Kabinet Dwikora di Istana Bogor, dalam sidang itu hadir para wakil Mahasiswa. Presiden Soekarno menuduh bahwa aksi-aksi mahasiswa itu didalangi oleh CIA (Central Intelligence Agency) Amerika Serikat. Kemudian pada Tanggal 21 Februari 1966, Presiden Soekarno mengumumkan perubahan kabinet. Ternyata perubahan itu tidak memuaskan hati rakyat, karena banyak tokoh yang diduga terlibat dalam G30S/PKI masih bercokol di dalam kabinet baru yang terkenal dengan sebutan Kabinet Seratus Menteri.

Pada saat pelantikan kabinet tanggal 24 februari 1966, para Mahasiswa, pelajar, dan pemuda memenuhi jalan-jalan menuju Istana merdeka. aksi itu dihadang oleh Pasukan Cakrabirawa. Hal ini menyebabkan terjadinya bentrokan antara Pasukan Cakrabirawa dengan para Demostran yang menyebabkan gugurnya seorang Mahasiswa Universitas Indonesia bernama Arif Rahman Hakim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Make Money with Infolinks