Revolusi Hijau dan Industrialisasi - Industrialisasi dan Dampaknya

Revolusi Hijau dan Industrialisasi - Industrialisasi dan Dampaknya
Revolusi Hijau dan Industrialisasi - Industrialisasi dan Dampaknya

Industrialisasi merupakan fenomena modernisasi. Industrialisasi ditandai oleh pemikiran ekonomi rasional. Pemikiran mengarah pada kapitalis. Industrialisasi dapat pula dilihat sebagai proses budaya. Dalam proses ini dibangun masyarakat dari suatu pola hidup atau berbudaya agraris tradional menuju masyarakat berpola hidup sektor industri. Industrialisasi muncul sebagai akibat banyaknya tenaga kerja yang terserap ke dalam sektor-sektor industri. Terjadinya perubahan pola-pola perilaku lama menuju pola-pola perilaku baru bercirikan industri modern dilatarbelakangi oleh faktor-faktor pendukung yang meliputi hal-hal beriku :

  1. Rasionalitas
  2. Meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat di berbagai daerah, khususnya kawasan industri, dan
  3. Meningkatkan kebutuhan masyarakat yang memanfaatkan hasil-hasil industri, baik sandang, pangan, maupun alat-alat untuk mendukung kebutuhan hidup lainnya.


A. Industri Pertanian


Indonesia telah mengembangkan berbagai industri pertanian yang dapat menghasilkan devisa bagi negara. Bentuk-bentuk industri pertanian tersebut antara lain sebagai berikut :

  1. Industri pengolahan hasil tanaman pangan termasuk hortikultura. Industri pengolahan hasil perkebunan seperti industri minyak kepala, industri barang-barang karet dan sebagainya.
  2. Industri pengolahan hasil perikanan seperti industri pengolahan udang, rumput laut, ubur-ubur dan lain sebagainya.
  3. Industri pengolahan hasil hutan seperti industri pengolahan kayu, pengolahan, pulp, kertas dan rayon, serta industri pengolahan rotan.
  4. Industri Pupuk, yaitu dengan memanfaatkan gas alam, serta eksplorasi sumber-sumber yang baru.
  5. Industri mesin dan peralatan pertanian, terutama untuk dapat memenuhi kepentingan petani dalam rangka meningkatkan produksinya.


B. Industri Non Pertanian


Berbagai jenis industri yang termasuk ke dalam industri nonpertanian antara lain industri semen, industri besi baja, industri perakitan kendaraan bermotor, industri elektronika, industri kapal laut, industri pesawat terbang dan sebagainya.

Sementara itu, sampai akhir dasawarsa tahun 1970-an kondisi perindustrian Indonesia masih sangat lemah. Oleh karena itu, untuk memperkuat struktur industri Indonesia, pemerintah menyusun  suatu langkah strategis secara bertahap. Langkah itu dinamakan Peta Rangka Landasan Bidang Industri yang tahun 1984 menjadi arah kebijakan pembangunan industri nasional.

Dalam upaya meningkat produksi logam/besi baja, pemerintah membangun beberapa pabrik pengecoran atau peleburan logam dan besi baja di beberapa kota seperti di Jakarta dan Cilegon (Karakatau Steel). Di bidang industri perkapalan telah dibangun sebuah galangan kapal di Surabaya yang dikelola oleh PT PAL Indonesia yang secara resmi dibuka pada bulan April 1985. Di bidang industri pesawat terbang, pemerintah juga telah membangun perusahaan dengan nama IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) yang sekarang telah berubah namanya menjadi PT DI (PT Dirgantara Indonesia) di Bandung.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Make Money with Infolinks